Beredar Luas Kabar Jaringan 6G Di Dunia Maya !!
Macam - Macam Berita

Beredar Luas Kabar Jaringan 6G Di Dunia Maya !!

Beredar Luas Kabar Jaringan 6G Di Dunia Maya !! – Belum lama diresmikan kini beredar kabar penerus jaringan 5G akan diresmikan. Banyak Informasi beredar tengan penerus 5G di di jagat dunia maya, namun tidak dipungkiri banyaknya laporan tersebut hanya berupa laporan dan studi mentah.

Oleh karena itu berikut ini beberapa hal pengenalan dan penjelasam tentang 6G sang penerus 5G berikutnya. 6G sendiri ada teknologi yang sangat cangih namun mengingat jaringan 5G saat ini hanya bisa dinikmati di beberapa negara saja dan sedang tahap persiapan fisik di negara – negara lainnya.

Pada akhirnya 6G tetap akan menggantikan 5G. Namun 6G saat ini bukanlah teknologi yang sudah matang atau sudah berfungsi dan bisa digunakan masyarakat luas.

Meski berlum terwujud, namun sudah menjadi topik yang menarik perhatian khususnya di dunia teknologi karena beberapa negara terlihat telah bersiap menyambut kehadiran 6G itu sendiri.

Beberapa negara peminta seperti Korea Selatan contohnya bahkan sudah mempersiapkan dana yang tidak sedikit untuk penelitian dan pemngembangan jariangan 6G.

Saat ini perusahaan – perusahaan telekomunikasi seluler dunia masih memfokuskan diri pada pembangunan 5G. Namun tidak menampik kemungkinan jaringan 6G masuk dalam perhatian mereka. Karena seperti yang kita ketahui bahwa teknologi pada zaman sekarang terus berkembang pesat dan menjadikannya sebagai target utama perusahaan untuk menjadi yang terdepan

Pengertian 6G
Ada banyak informasi 6G yang mungkin sudah beredar di luar sana. Namun masih banyak di antaranya yang hanya memberikan beberapa laporan dan studi mentah.

Beredar Luas Kabar Jaringan 6G Di Dunia Maya !!

Oleh karena itu berikut ini beberapa hal penjelasan tentang 6G. 6G adalah teknologi masa depan penerus dari 5G.

Jaringan 5G saat ini memang baru ada di beberapa negara saja. Negara-negara lainnya juga sedang membangun infrastruktur nya.

Beredar Luas Kabar Jaringan 6G Di Dunia Maya !! – Jaringan 6G pada akhirnya akan menggantikan 5G. Namun saat ini 6G bukanlah teknologi yang sudah berfungsi dan bisa dipakai oleh masyarakat luas.

Meskipun belum terealisasi, namun sudah menjadi topik yang hangat khususnya di dunia teknologi karena sejumlah negara telah mempersiapkannya.

Beberapa negara seperti Korea Selatan contohnya bahkan sudah mengeluarkan dana besar untuk penelitian dan pengembangan jaringan 6G.

Perusahaan-perusahaan telekomunikasi seluler saat ini memang masih lebih fokus pada pembangunan 5G. Namun jaringan 6G pasti nya sudah masuk jangkauan radar pengawasan-nya. Karena seperti kita ketahui bahwa teknologi terus berkembang dan setiap perusahaan berusaha menjadi yang terdepan.

Kapan 6G terealisasi ?

Penelitian baru saja dimulai dan masih dalam tahap penelitian awal. Sepertinya memang agak terlalu dini untuk membicarakan kapan 6G akan diluncurkan.

Beredar Luas Kabar Jaringan 6G Di Dunia Maya !!

Pendiri Huawei Ren Zhengfei telah memberikan statement kepada CNBC pada bulan September lalu bahwa 6G masih dalam fase awal dan setidaknya akan terealisasi dalam sepuluh tahun lagi.

Diperkirakan teknologi jaringan 6G akan diluncurkan dan bisa digunakan untuk masyarakat luas pada tahun 2030. Prediksi ini muncul dengan melihat rekam jejak perkembangan jaringan internet yang relatif stabil.

Jika kita melihat kembali ke tahun 2001, jaringan 3G diluncurkan pertama kali secara komersial di bulan mei 2001. Kemudian 4G di tahun 2010, lalu 5G di tahun 2020. Maka sangat masuk akal jika prediksi jaringan 6G akan meluncur di tahun 2030.

Perbandingan kecepatan 5G dan 6G

Para ahli menebak 6G memiliki kecepatan transfer 8000 Kali Lebih Cepat dibanding 5G. Namun realisasi-nya belum diketahui secara pasti.

Dengan kecepatan yang begitu kilat, jika anda mengunduh film berdurasi 142 jam di netflix maka hanya butuh satu detik saja saat menggunakan koneksi 6G.

International Telecommunication Union atau ITU adalah organisasi yang dibentuk untuk membakukan dan meregulasi radio internasional dan telekomunikasi.

Organisasi inilah yang menetapkan standar untuk 5G. Namun ITU belum mempublikasikan secara resmi mengenai kecepatan yang dimiliki oleh 6G.

Seberapa penting Jaringan 6G ? apakah diperlukan saat ini
Mungkin ada yang berpikir bahwa jaringan 5G sudah lebih dari cukup untuk kebutuhan internet saat ini. Lalu mengapa masih mengembangkan 6G ?

Dimasa depan kecepatan data yang lebih tinggi dan latensi yang lebih rendah memungkinkan koneksi yang lebih lancar ke perangkat-perangkat instan. Dan ini tentunya akan menciptakan rasa yang lebih aman untuk pengguna.

Saat ini pastinya anda sudah melihat bahwa mobil-mobil sudah bisa berjalan sendiri, sehingga tidak butuh sopir manusia lagi.

Mobil bisa menyetir sendiri dan parkir sendiri. Semua itu karena kecerdasan buatan yang terhubung dengan server dan GPS. Hal ini tentu berhubungan dengan koneksi internet.

Dimasa depan koneksi yang super cepat dan stabil sangatlah penting. Bisa dibayangkan jika terjadi gangguan koneksi yang lambat dan menyebabkan kecelakaan. Hal itu adalah salah satunya dan kerena itulah 6G hadir.

Apakah Jaringan 5G dan 6G membahayakan kesehatan ?

Beredar Luas Kabar Jaringan 6G Di Dunia Maya !! – Perlukah Khawatir tentang risiko kesehatan 5G dan 6G ? Apakah jaringan 5G dan 6G berbahaya ? Tentu sangat wajar jika kekhawatiran muncul tentang risiko kesehatan dengan jaringan yang lebih kuat ini.

Beberapa pakar berpendapat bahwa jaringan 5G menghasilkan radiasi frekuensi radio yang dapat merusak DNA dan bisa menyebabkan kanker. Tidak hanya itu, berbagai penyakit lain juga bisa muncul seperti kerusakan oksidatif yang bisa membuat cepat tua, gangguan metabolisme dan penyakit lainnya.

Beberapa informasi tersebut telah beredar di berbagai sosial media dan kedengarannya memang sangat mengkhawatirkan. Namun mari kita lihat sains yang sebenarnya.

Berbahayakah jaringan 5G untuk kesehatan tubuh ?
Sebelum membahas 6G, kita bahas 5G terlebih dahulu. Kekhawatiran muncul tentang radiasi elektromagnetik yang secara kontroversi dapat membahayakan kesehatan.

Banyak orang khawatir terhadap radiasi dari ponsel dan Wi-Fi yang dapat menyebabkan penyakit tertentu. Namun benarkah demikian ?

Beberapa dekade penelitian telah dilakukan, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO merekomendasikan evaluasi psikologis bagi orang-orang yang menderita akibat hadapan medan elektromagnetik.

Namun nyatanya sampai saat ini hasil penelitian tidak menemukan hubungan antara ponsel dengan kanker seperti tumor otak.

Kekhawatiran lain muncul karena teknologi baru ini memiliki daya pemancar yang lebih pendek dibandingkan dengan 4G. Jaringan 5G diperkirakan membutuhkan pembangunan ratusan ribu antena nirkabel baru yang lebih banyak.

Dengan kata lain pemancar akan ditempatkan setiap dua hingga sepuluh rumah menurut perkiraan kasarnya. Hal tersebut tentu memicu kekhawatiran tentang radiasi elektromagnetik yang jauh lebih besar dari menara 5G ini.

Para peneliti tentunya akan terus menguji jaringan baru ketika teknologi berkembang untuk memastikan teknologi yang kita gunakan setiap hari tetap aman bagi kesehatan tubuh.

FDA sebuah lembaga kesehatan yang bertanggung jawab untuk melindungi kesehatan masyarakat Amerika terus melakukan penelitian tentang risiko potensial 5G.

Namun penelitian terhadap risiko radiasi sulit dan seringkali memang masih meragukan. Dengan kata lain masih perlu waktu lama untuk mendapatkan bukti nyata bahwa 5G dapat mengancam kesehatan manusia.

Hingga saat ini belum ada satupun bukti kuat tentang bahaya 5G bagi kesehatan. Meskipun tidak sepenuhnya terbebas dari ancaman, namun masih bisa kita anggap rendah. Dengan demikian seharusnya tidak ada alasan untuk khawatir secara berlebihan.

Amankah jaringan 6G ?

Belum juga jaringan 5G terealisasi sepenuhnya tetapi sudah muncul isu tentang bahaya 6G. Meskipun 6G baru direncanakan dan baru mulai, namun sejumlah negara seperti Jepang dan Tiongkok sudah mulai mengembangkan jaringan internet generasi keenam ini.

Sejumlah peneliti mengungkapkan bahwa 6G dianggap bisa mengganggu penelitian astronomis. Kekhawatiran juga muncul seperti pada penerapan 5G, apalagi frekuensi 6G yang jelas-jelas jauh lebih tinggi dari 5G.

WHO sendiri sebenarnya sudah mengeluarkan pernyataan mengenai sinyal seluler sebagai penyebab kanker yang potensial. (Meskipun belum ada bukti kuat dan masih dianggap berpotensi.)

Untuk membangun layanan 5G atau 6G, setiap operator perlu membangun BTS dengan jarak 100 meter di satu wilayah. Tidak hanya itu setiap operator juga perlu membangun pangkalan yang berisi antena mini cell.

Antena ini berfungsi memancarkan sinyal untuk menghubungkan antara BTS dan perangkat pengguna (smartphone, modem, tablet, dll). Setiap stasiun pangkalan bisa berisi ratusan hingga ribuan antena mini cell.

Itu artinya akan ada banyak sekali radiasi dan karena itulah teknologi 5G atau 6G dianggap berbahaya. Meskipun dianggap berbahaya dan dikarenakan belum ada bukti konkret, banyak negara mulai dari asia hingga eropa tetap mengembangkan teknologi ini.

Negara Mana yang sudah kembangkan jaringan 6G?

Disaat Jaringan 5G belum tersebar merata ternyata sudah ada negara-negara yang mulai kembangkan 6G. Seperti kita ketahui bahwa jaringan nirkabel terus berkembang dengan pesat.

Tanpa terasa kecepatan Internet terus mengelami percepatan seiring dengan meningkatnya kebutuhan transfer data yang semakin besar. Di Indonesia sendiri sampai artikel ini dibuat baru tersedia 4G dan itupun sebenarnya belum tersebar merata.

Di tahun 2019 dan 2020 ponsel-ponsel cerdas yang mendukung 5G telah bermunculan, pertanda bahwa jaringan 5G akan segera muncul di tanah air kita.

Namun belum kelar pembangunan infrastruktur 5G secara menyeluruh, sejumlah negara malah sudah bersiap untuk jaringan 6G.
Negara-negara yang sudah mulai kembangkan jaringan 6G
Saat ini telah diketahui setidaknya ada empat negara yang mulai melakukan studi terkait pengembangan jaringan nirkabel 6G. Korea Selatan, Tiongkok, Finlandia, dan Amerika Serikat adalah negara-negara di barisan terdepan yang mulai melakukan studi.

Beberapa lembaga penelitian di Korea Selatan telah menandatangani nota kerja sama dengan Universitas Oulu asal Finlandia.

Kerja sama kedua negara itu terjadi saat presiden Korea Selatan Moon Jae In melakukan lawatan ke Finlandia 12 Juni lalu.

Di dalam perjanjian itu terungkap bahwa Universitas Oulu Finlandia bakal menghabiskan dana sekitar 30 miliar won atau sekitar US$ 25,4 juta untuk menjalankan proyek 6G.

Salah satu operator telekomunikasi Korsel yang bernama SK Telecom telah bekerja sama dengan dua vendor ponsel yaitu Nokia dan Ericsson.

SK Telecom merupakan sebuah operator telekomunikasi di Korea Selatan. SK memiliki kepanjangan dari Sun Kyung. Mereka melakukan penelitian dan pengembangan bersama dalam pembangunan jaringan nirkabel 6G.

Perusahaan asal Korea Selatan ini juga telah membentuk tim riset dan membentuk grup yang bernama AVR (Advanced Research Center) lokasinya berpusat di Seoul, Korea Selatan.

Selain Korea Selatan dan Finlandia, Tiongkok juga sudah mulai siapkan 6G. Meskipun teknologi 5G baru saja terealisasi dan itupun baru di beberapa negara, namun negeri tirai bambu ini sudah melirik suksesor 5G yaitu 6G.

Hal ini dikonfirmasi secara resmi oleh Kementerian Sains dan Teknologi China. Tiongkok disebut-sebut telah menyusun cetak biru tentang teknologi jaringan nirkabel yang mungkin terjadi untuk beberapa tahun ke depan.

Kehadiran 5G memang telah ditunggu-tunggu oleh banyak negara termasuk Indonesia karena kecepatannya yang jauh melebihi 4G. Namun 6G diyakini akan membawa teknologi dan industri yang lebih baru ke dunia.

Kecepatan transfer data 6G dilaporkan bisa mencapai 1 TBps atau setara dengan 1000 GBps. Secara teoretis kecepatan 6G lebih cepat 8000 kali dibandingkan kecepatan data 5G.

Diklaim 8000 Kali Lebih Cepat Dibanding 5G

Jaringan 6G diklaim bisa mencapai 1 Terabytes per detik (TBps) atau 1000 Gigabytes per detik (Gbps). Bisa dibayangkan jika seandainya ingin mengunduh 142 jam film maka hanya butuh beberapa detik jika menggunakan 5G, namun hanya sedetik jika menggunakan 6G.

Pernahkan anda berpikir mengapa 6G bisa jauh lebih cepat dari 5G dan bagaimana cara kerjanya ?

Gelombang sinyal 6G ternyata menggunakan frekuensi yang lebih tinggi ketimbang 5G. Jika 5G menggunakan frekuensi berada di kisaran 30 – 300 GHz, maka 6G menempati pita spektrum di kisaran 300GHz hingga 3 terahertz.

Meskipun demikian pengembangan jaringan 6G masih dalam tahap awal, penjelasan teknis dan indikator juga belum jelas.

Di Tiongkok sendiri baru membentuk dua kelompok kerja untuk melaksanakan tugas tersebut. Satu kelompok itu yaitu departemen pemerintah terkait yang tugasnya meneliti dan mengembangkan 6G.

Sedangkan tim lain yang terdiri dari gabungan 37 universitas, lembaga penelitian dan perusahaan, akan lebih fokus terhadap sisi teknis 6G dan memberikan saran.

POKER BONUS DEPOSIT TERBESAR
TOGEL 4D
SITUS JUDI SLOT ONLINE TERPECAYA
GAME TEMBAK IKAN ONLINE

CERITA DEWASA
BACA BERITA ONLINE

 117 total views,  2 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *